13 March 2026, 06:18

Samsung Galaxy S26 Ultra Jadi Ponsel Pertama di Dunia yang Dukung Codec APV Log, Saingi Apple ProRes

Galaxy S26 Ultra jadi ponsel pertama dukung APV Log, saingi ProRes Apple dengan storage 20% lebih efisien dan rekaman 8K lossless.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
383
Samsung Galaxy S26 Ultra Jadi Ponsel Pertama di Dunia yang Dukung Codec APV Log, Saingi Apple ProRes
Samsung Galaxy S26 Ultra menampilkan antarmuka APV Log lengkap dengan RGB parade, luminance waveform, dan vectorscope saat digunakan di set syuting sinematik profesional. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung Electronics resmi menjadikan Galaxy S26 Ultra sebagai smartphone pertama di dunia yang mendukung codec Advanced Professional Video (APV), termasuk mode perekaman APV Log, sebuah langkah yang secara langsung menantang dominasi Apple ProRes di segmen videografi ponsel kelas profesional. Codec ini dikembangkan Samsung sejak 2023 dan pertama kali diperkenalkan di Samsung Developer Conference (SDC23), namun baru bisa diimplementasikan setelah Google mengintegrasikannya ke Android 16 dan Qualcomm membuka dukungan hardware melalui chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang menjadi jantung Galaxy S26 Ultra.

APV merupakan standar terbuka dan bebas royalti yang telah mendapatkan sertifikasi IETF RFC 9924, dikembangkan Samsung bersama Qualcomm sebagai format akuisisi video profesional yang dirancang untuk bertahan melewati berulang kali proses pengeditan tanpa degradasi kualitas yang berarti. Berbeda dengan codec HEVC (H.265) yang mengandalkan kompresi antar-frame untuk menekan ukuran file, APV menggunakan pendekatan intra-frame, artinya setiap frame diperlakukan sebagai gambar berkualitas tinggi yang berdiri sendiri, persis seperti cara kerja ProRes milik Apple. Hasilnya, footage APV jauh lebih ringan diproses saat pengeditan nonlinear, menghilangkan hambatan yang selama ini dikeluhkan editor ketika mengolah rekaman dari ponsel Android.

Gambaran nyata bagaimana Galaxy S26 Ultra bekerja di lapangan terlihat ketika seorang sinematografer menggenggam ponsel ini dalam posisi landscape di tengah lokasi syuting malam hari, dengan sebuah cinema camera profesional berdiri di latar belakang. Layar Galaxy S26 Ultra menampilkan antarmuka APV Log secara penuh, memperlihatkan tiga instrumen analisis warna secara bersamaan: RGB parade di sisi kiri yang menunjukkan distribusi kanal merah, hijau, dan biru dari setiap frame secara terpisah, luminance waveform monitor di bagian tengah yang memetakan tingkat kecerahan di seluruh area gambar, serta vectorscope berbentuk lingkaran di sisi kanan yang memvisualisasikan saturasi dan sudut hue setiap elemen warna dalam footage. Ketiganya tampil real-time langsung di layar perekaman, sebuah kapabilitas monitoring profesional yang sebelumnya hanya tersedia pada kamera sinema dedicated berharga puluhan juta rupiah.

Secara teknis, Galaxy S26 Ultra mendukung dua profil APV, yaitu APV 422 HQ yang menawarkan detail dan akurasi warna tertinggi, serta APV 422 LQ dengan ukuran file sekitar separuh dari profil HQ. Keduanya mengusung chroma subsampling 4:2:2, sebuah peningkatan signifikan dibanding standar 4:2:0 yang digunakan sebagian besar video ponsel, sehingga gradasi warna tampak lebih mulus, reproduksi warna kulit lebih akurat, dan performa chroma key jauh lebih bersih. Codec ini juga mendukung kedalaman warna 12-bit yang mencegah color banding pada adegan berkontras tinggi. Samsung mengklaim APV sekitar 20 persen lebih efisien dalam penggunaan storage dibanding Apple ProRes pada kualitas yang setara. Sebagai gambaran, perekaman video 4K 30fps selama satu menit menghasilkan file berukuran sekitar 6,75 GB, sementara perekaman FHD 30fps dengan profil HQ menghabiskan sekitar 1,5 GB per menit.

Mode APV Log pada Galaxy S26 Ultra menggunakan kurva gamma Samsung Log untuk merekam informasi visual seluas mungkin demi fleksibilitas color grading di tahap pasca produksi. Footage Log terlihat flat dan pucat sebelum diproses, namun menyimpan rentang dinamis yang jauh lebih lebar. Samsung turut mengintegrasikan dukungan LUT (Look-Up Table) langsung di aplikasi Gallery, memungkinkan pengguna mempratinjau footage dengan color grade sinematik, dari estetika hangat ala Hollywood hingga palet dingin bernuansa fiksi ilmiah, tanpa harus bergantung pada perangkat lunak pihak ketiga seperti yang diharuskan di ekosistem iPhone. Untuk mendukung alur kerja post-produksi profesional, APV pada Galaxy S26 Ultra sudah kompatibel dengan DaVinci Resolve versi 20.2 ke atas, serta dapat diputar menggunakan pemutar video berbasis FFmpeg versi 8.0 atau lebih baru seperti FFplayer, MPV Player, dan PotPlayer.

“Galaxy S26 Ultra adalah perangkat Galaxy pertama yang mendukung APV, memungkinkan file video berkualitas lebih tinggi yang menggunakan penyimpanan perangkat lebih efisien,” tulis Samsung dalam keterangan resminya.

Selain itu, Galaxy S26 Ultra mendukung perekaman langsung ke storage eksternal via USB-C untuk semua mode termasuk Portrait Video, Slow Motion, dan Hyperlapse, menghapus hambatan kapasitas penyimpanan internal yang kerap menjadi kendala dalam sesi syuting panjang. Ponsel ini mampu merekam APV hingga resolusi 8K pada 30fps. Untuk pengguna yang ingin berbagi footage ke perangkat yang belum mendukung APV, Samsung menyediakan fitur konversi APV ke HEVC langsung dari aplikasi Gallery, meski dengan konsekuensi penurunan kualitas yang tidak dapat dihindari dalam proses kompresi tersebut.

Samsung menegaskan bahwa Galaxy S25 Ultra maupun Galaxy Z Fold 7 tidak akan mendapatkan dukungan APV, karena keterbatasan hardware dan software yang tidak bisa dipenuhi oleh chipset generasi sebelumnya. Tantangan terbesar APV saat ini adalah adopsi ekosistem yang masih terbatas, mengingat ProRes dari Apple telah memiliki keunggulan 15 tahun lebih dalam hal dukungan software dan kompatibilitas. Namun dengan status standar terbuka berbasis IETF dan kemitraan Samsung-Qualcomm, pintu bagi pabrikan Android lain untuk turut mengadopsi APV tetap terbuka lebar, asalkan menggunakan konfigurasi hardware dan software yang sesuai.

Berita Terkait