15 December 2025, 17:27

Oppo “Sulap” Flagship Store Jadi Tempat Nongkrong: Ada Robot AI Bisa Kung Fu sampai Corner 3D Printing!

Oppo merombak total tampilan Oppo Flagship Store Gandaria City dengan konsep yang dibuat lebih relevan dengan gaya hidup urban.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
1,676
Oppo “Sulap” Flagship Store Jadi Tempat Nongkrong: Ada Robot AI Bisa Kung Fu sampai Corner 3D Printing!
Oppo merombak konsep flagship store mereka di Gandaria City, Jakarta, menjadi tempat nongkrong dengan kafe, buku, dan robot humanoid. (Foto: Oppo)

Perspektif.co.id - Oppo merombak total tampilan Oppo Flagship Store Gandaria City dengan konsep yang dibuat lebih relevan dengan gaya hidup urban. Tak lagi sekadar tempat membeli gawai, toko ini dihadirkan sebagai “Third Living Space” yang memungkinkan pengunjung datang untuk mengeksplorasi teknologi, bekerja santai, hingga berkumpul bersama teman dan keluarga.

Di dalam toko, pengunjung dapat mencoba lini perangkat terbaru Oppo—mulai dari ponsel hingga tablet dan perangkat IoT—serta mengeksplorasi fitur kamera dan AI imaging. Salah satu sudut yang mencuri perhatian adalah proses 3D printing untuk membuat aksesori tertentu, yang dapat disaksikan langsung di area store. 

Selain itu, Oppo menghadirkan Finders Cafe yang memungkinkan pengunjung menikmati kopi buatan barista sambil duduk di area yang disiapkan untuk bersantai maupun bekerja. Kehadiran kafe, lounge, hingga spot co-working disebut menjadi bagian dari pengalaman baru agar toko terasa lebih nyaman dan “hidup”, bukan hanya ruang transaksi.

Daya tarik utama lainnya ialah kehadiran robot AI interaktif yang mampu menyapa pengunjung dan menampilkan atraksi bela diri kung fu. Oppo menempatkan robot tersebut sebagai simbol pendekatan teknologi masa depan yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari. 

Soal inspirasi konsep, CEO Oppo Indonesia Jim Zhang menyebut gagasan ini berangkat dari pengalaman pribadinya saat mengunjungi toko buku di Shenzhen beberapa tahun lalu yang memadukan area baca, kopi, dan ruang santai. “Inspirasi … muncul sekitar tiga tahun lalu, ketika saya datang ke sebuah toko buku di Shenzhen,” kata Jim.

Berita Terkait