11 May 2026, 09:20

Indosat Resmi Tinggalkan Label Operator Biasa, Kini Deklarasi Jadi AI TechCo dengan Kucurkan Dividen Rp3,57 Triliun

Indosat resmi jadi AI TechCo, umumkan dividen Rp3,57 triliun di RUPST Mei 2026. Gandeng NVIDIA, bangun AI Grid nasional dan luncurkan Sahabat-AI.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
212
Indosat Resmi Tinggalkan Label Operator Biasa, Kini Deklarasi Jadi AI TechCo dengan Kucurkan Dividen Rp3,57 Triliun
PT Indosat Tbk resmi deklarasikan transformasi jadi AI TechCo dalam RUPST 5 Mei 2026 di Jakarta, umumkan dividen Rp3,57 triliun dan kemitraan NVIDIA. (Foto: Indosat)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH) secara resmi mendeklarasikan dirinya bukan lagi sekadar perusahaan telekomunikasi konvensional. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Selasa (5/5), Indosat menegaskan ambisinya mempercepat transformasi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia, sekaligus mengumumkan pembagian dividen senilai Rp3,57 triliun kepada para pemegang saham. Langkah ini menandai babak baru perjalanan perusahaan berkode saham ISAT di Bursa Efek Indonesia tersebut, sekaligus menjadi sinyal paling tegas bahwa era operator telko berbasis AI di Indonesia telah dimulai.

Perusahaan menyebut transformasi ini telah memberikan dampak positif terhadap keterlibatan pelanggan dan mendukung pertumbuhan bisnis dua digit secara berkelanjutan. Indosat kini memperluas fokus bisnisnya dari penyedia konektivitas semata menjadi AI TechCo, membuka peluang baru di sektor teknologi bernilai tambah tinggi seperti sovereign AI, cloud computing, pusat data, dan keamanan siber.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna,” ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, dalam keterangan resmi kepada Tribunbatam.id, Rabu (6/5/2026).

Vikram menegaskan bahwa fokus perusahaan sudah sangat jelas: mempercepat eksekusi strategi AI North Star secara disiplin guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

“Fokus kami jelas, mempercepat eksekusi strategi AI. Hal ini untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan dan nilai bagi pemegang saham,” kata Vikram dalam paparan publik yang dilansir RRI.co.id.

Salah satu akselerator utama strategi ini adalah kemitraan strategis Indosat dengan NVIDIA yang diumumkan pada ajang NVIDIA GTC 2026, bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional. Melalui kerja sama tersebut, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka dari NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan kapabilitas AI kelas dunia ke dalam ekosistem digital Indonesia.

Untuk memastikan distribusi akses AI yang merata dalam skala besar, Indosat mengembangkan AI Grid yang bersifat terdistribusi, memanfaatkan jangkauan jaringannya secara nasional beserta infrastruktur pusat data milik perseroan. Pendekatan ini memungkinkan daya komputasi AI tersebar hingga ke seluruh pelosok Indonesia, mendorong inovasi melampaui batas kota-kota besar, sekaligus membuka partisipasi aktif para developer, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam ekonomi berbasis AI.

Sebagai bagian dari keputusan RUPST, Indosat menyetujui pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi baru, efektif sejak penutupan rapat. Seppalga Ahmad turut diangkat sebagai Komisaris Perseroan. Penguatan jajaran kepemimpinan ini dinilai krusial untuk mendukung eksekusi strategi yang lebih lincah dan disiplin ke depannya.

Strategi ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital berbasis AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, keuangan, manufaktur, hingga layanan publik. Dengan positioning sebagai AI Nation Shaper, Indosat kini menempatkan diri sebagai katalisator transformasi digital Indonesia, bukan lagi sekadar penyedia sinyal bagi ratusan juta penggunanya.

Berita Terkait