12 March 2026, 05:45

Huawei Mate X7 Resmi Meluncur Global, Ponsel Lipat Tertipis dengan Kamera Sekelas Flagship Seharga Rp37 Jutaan

Huawei Mate X7 resmi masuk Indonesia, ponsel lipat Kirin 9030 Pro layar 8 inci, kamera 50MP aperture variabel, baterai 5.600 mAh, harga Rp37 jutaan.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
502
Huawei Mate X7 Resmi Meluncur Global, Ponsel Lipat Tertipis dengan Kamera Sekelas Flagship Seharga Rp37 Jutaan
Huawei Mate X7 varian Nebula Red tampilkan desain kulit premium, modul kamera Leica lingkaran, dan layar lipat OLED 8 inci — ponsel lipat flagship Huawei 2025.​​​​​​​​​​​​​​​​ (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei secara resmi memperkenalkan Mate X7 ke pasar internasional pada Desember 2025 melalui sebuah acara peluncuran global yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab — menjadikan perangkat ini tersedia secara komersial di luar China dengan banderol €2.099 atau setara sekitar Rp37,2 juta. Ponsel lipat flagship ini sebelumnya lebih dulu dirilis di China pada 25 November 2025 dengan harga mulai CNY 12.999, atau setara sekitar Rp29,9 juta untuk varian dasar — menjadikannya salah satu ponsel lipat paling ambisius yang pernah Huawei luncurkan sejak menghadapi tekanan sanksi AS.

Indonesia termasuk dalam daftar negara yang akan mendapatkan perangkat ini, bersama Arab Saudi, Rusia, Turki, dan Meksiko, sementara pasar Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa tidak masuk dalam daftar distribusi resmi. Keputusan Huawei membawa Mate X7 ke Indonesia menegaskan bahwa Asia Tenggara tetap menjadi pasar strategis bagi raksasa teknologi asal Shenzhen tersebut di tengah keterbatasan jangkauan globalnya.

Mate X7 hadir dengan desain dual-display yang menampilkan layar OLED lipat berukuran 8 inci berresolusi 2416×2210 piksel, serta layar luar OLED melengkung 6,49 inci berresolusi 2444×1080 piksel. Kedua panel mendukung refresh rate adaptif LTPO 1–120Hz dan PWM dimming frekuensi tinggi 1440Hz untuk mengurangi kelelahan mata. Layar luar mencapai kecerahan puncak 3.000 nits, sementara panel dalam menyentuh angka 2.500 nits — angka yang melampaui hampir semua ponsel lipat di kelasnya saat ini.

Dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat terbuka, Mate X7 menjadi salah satu ponsel lipat paling ramping yang pernah ada, ditenagai prosesor Kirin 9030 Pro dengan RAM 16GB, serta baterai berkapasitas besar yang mendukung pengisian daya kabel maupun nirkabel. Desain ini jelas merupakan respons langsung Huawei terhadap persaingan dengan Samsung Galaxy Z Fold7 dan Honor Magic V5 yang semakin ketat di segmen premium.

Sensor utama kamera belakang berukuran 1/1,28 inci dipasangkan dengan lensa bukaan variabel f/1,5–f/4,0, dan Huawei mengklaim peningkatan dynamic range hingga 100 persen dibandingkan generasi Mate X6. Unit telephoto juga mendapat pembaruan dengan sensor 50MP bertipe RYYB dan struktur periskop vertikal yang memangkas ukuran modul sebesar 44 persen, meski zoom optis kini diturunkan menjadi 3,5x dari sebelumnya 4x.

“Dengan Mate X7, kami tidak sekadar memperbarui spesifikasi — kami mendefinisikan ulang standar kamera untuk ponsel lipat,” demikian pernyataan resmi Huawei dalam materi peluncuran globalnya, menegaskan posisi Mate X7 sebagai perangkat yang mengutamakan kemampuan fotografi tanpa mengorbankan form factor.

Baterai berkapasitas 5.600 mAh pada varian internasional — sedikit lebih besar dari versi China sebesar 5.525 mAh — mampu menopang aktivitas seharian penuh di bawah pemakaian normal, dengan pengisian daya cepat 66W melalui kabel dan 50W secara nirkabel. Angka kapasitas ini meninggalkan jauh pesaing terdekatnya, Samsung Galaxy Z Fold7, yang hanya dibekali baterai 4.400 mAh.

Perangkat ini berjalan di atas chipset Kirin 9030 Pro milik Huawei sendiri, dengan konfigurasi 16GB RAM dan penyimpanan 512GB, dan hadir dalam tiga pilihan warna: Brocade White, Nebula Red, dan Black. Sertifikasi ketahanan IP58 dan IP59 turut disematkan, menjamin perlindungan terhadap debu dan tekanan air bertekanan tinggi hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit.

Perangkat ini juga mendukung Bluetooth 6.0 dan port USB-C dengan kecepatan USB 3.1 Gen 1, meskipun tidak tersedia dukungan eSIM dan jaringan terbatas hingga 4G melalui konfigurasi dual-SIM  — sebuah keterbatasan yang kemungkinan besar merupakan imbas langsung dari sanksi teknologi yang masih membayangi Huawei hingga hari ini.

Huawei mengklaim menduduki posisi teratas di pasar ponsel lipat China untuk paruh pertama 2025, dengan lebih dari 10 juta unit terjual, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa pasar domestik tetap menjadi benteng terkuat perusahaan di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda. Dengan Mate X7, Huawei kini bertaruh bahwa dominasi tersebut bisa direplikasi di luar batas negaranya — termasuk di Indonesia.

Berita Terkait