26 February 2026, 15:09

Harga SSD Meledak! Drive 122,88TB Terbesar di Dunia Mendadak Tembus Rp624 Juta, Naik Hampir 3 Kali Lipat

Harga memori Solid-State Drive (SSD) kembali jadi sorotan setelah mengalami kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
719
Harga SSD Meledak! Drive 122,88TB Terbesar di Dunia Mendadak Tembus Rp624 Juta, Naik Hampir 3 Kali Lipat
Harga SSD Solidigm 122,88TB D5-P5336 kini dijual sekitar Rp624 juta, sebelumnya hanya sekitar Rp208 juta. (iStockphoto)

Perspektif.co.id - Harga memori Solid-State Drive (SSD) kembali jadi sorotan setelah mengalami kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan paling mencolok terjadi pada SSD berkapasitas terbesar di dunia, Solidigm D5-P5336 122,88TB, yang harganya dilaporkan melesat hingga nyaris tiga kali lipat dalam rentang kurang dari setahun.

SSD kelas enterprise tersebut pertama kali diumumkan pada November 2024 dan mulai dijual secara resmi pada Mei 2025. Saat awal kemunculannya, proyeksi pasar memperkirakan banderolnya akan berada di kisaran US$14.000 atau sekitar Rp235 juta. Namun, ketika mulai tersedia di kanal ritel Tech-America, unit yang sama justru sempat dipasarkan pada harga US$12.399 atau sekitar Rp208 juta—lebih rendah dari perkiraan awal.

Kondisi itu berbalik drastis. Saat ini, Tech-America mencantumkan SSD Solidigm D5-P5336 122,88TB dengan harga US$37.128 atau sekitar Rp624 juta. Dengan kata lain, terjadi kenaikan hampir 200 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan bulan. Diskon memang disebut tersedia, tetapi efeknya dinilai tidak signifikan untuk ukuran perangkat bernilai ratusan juta rupiah. Bahkan, bila pembelian dilakukan dalam jumlah besar—lebih dari 100 unit—penghematan yang diperoleh hanya US$853 per drive, yang besarnya tidak sampai 5 persen dari harga per unit.

Solidigm D5-P5336 sendiri bukan SSD konsumen. Perangkat ini merupakan SSD U.2 berukuran 2,5 inci dengan dukungan PCIe 4.0 x4 yang ditujukan untuk server, storage arrays, penyimpanan cloud, dan pusat data. Di dalam sasis setebal 15 mm, drive ini memuat kapasitas 122,88TB dengan bobot sekitar 166,4 gram, sehingga menawarkan kepadatan penyimpanan yang sangat tinggi dalam satu slot U.2 yang lazim dipakai di rak perusahaan.

Dari sisi performa, SSD ini diklaim mampu mencapai kecepatan baca hingga 6,84 GB/detik dan tulis hingga 2,93 GB/detik. Untuk beban kerja acak 4KB, pembacaan disebut mampu menembus 900.000 IOPS, sedangkan penulisan acak berada di angka 19.000 IOPS, memperlihatkan karakter yang kuat pada skenario beban baca berat. Daya tahan perangkat ini juga dipatok pada 0,6 drive write per day, dengan total data tertulis mencapai 137.523,20TB. Rata-rata waktu antar-kegagalan (MTBF) bahkan diklaim mencapai 228,2 tahun. Solidigm menyertakan garansi lima tahun, sementara koneksi U.2 yang digunakan umum dijumpai pada infrastruktur enterprise meski jarang tersedia di sistem konsumen.

Mengutip laporan TechRadar, perubahan harga ekstrem pada SSD berkapasitas ultra-tinggi bisa dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari skala produksi hingga dinamika permintaan pusat data. Dalam ulasan tersebut disebutkan, “NAND berkapasitas sangat tinggi tidak diproduksi dalam skala yang sama dengan flash arus utama,” sehingga pasokan bisa cepat mengetat ketika pelanggan hyperscale melakukan pemesanan besar. Di saat yang sama, harga SSD enterprise kerap bergerak lewat mekanisme kontrak, bukan sekadar daftar harga publik, sehingga angka ritel dapat mencerminkan stok terbatas, penyesuaian distributor, atau bahkan koreksi dari harga yang sebelumnya dianggap terlalu rendah.

Pada harga US$37.128, biaya per terabyte Solidigm D5-P5336 kini berada di kisaran US$302 per TB. Angka itu jauh melampaui kebiasaan pasar, bahkan untuk segmen perusahaan. Sebagai pembanding, SSD NVMe konsumen berkapasitas tinggi kerap berada pada rentang US$40 hingga US$80 per TB. Sementara itu, banyak SSD enterprise dengan kapasitas 7,68 TB hingga 30,72 TB dapat berada di bawah US$150 per TB ketika dibeli dalam volume, menegaskan betapa premium-nya banderol drive 122,88TB tersebut.

Meski mahal, SSD 122,88TB menawarkan nilai spesifik yang sulit ditiru kapasitas lebih kecil: kepadatan tinggi dalam satu slot U.2 2,5 inci. Bagi operator yang dibatasi ruang rak atau konsumsi daya, konsolidasi penyimpanan ini bisa mengurangi kebutuhan jumlah drive, port, serta kabel—yang pada akhirnya berpotensi menekan kompleksitas operasional. Namun, lonjakan biaya dari sekitar US$101 per TB menjadi sekitar US$302 per TB membuat kalkulasi ekonomi berubah besar-besaran, terutama untuk pembeli yang sensitif pada biaya per kapasitas dan berorientasi pada efisiensi investasi infrastruktur.

Berita Terkait