TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — DJI kembali menggebrak pasar kamera gimbal kompak dengan meluncurkan Osmo Pocket 4 secara global pada 16 April 2026, bertepatan dengan perhelatan NAB Show, sekaligus mengkonfirmasi varian pro berlensa ganda bernama Osmo Pocket 4P yang dijadwalkan hadir pada Juni 2026. Di Indonesia, perangkat ini telah masuk pasar secara resmi melalui kemitraan dengan Erajaya Active Lifestyle, dengan pengiriman perdana dimulai sejak 30 April 2026 setelah masa pre-order yang berlangsung pada 16 hingga 29 April 2026.
Di pasar Indonesia, DJI Osmo Pocket 4 tersedia dalam dua pilihan paket resmi. Standard Combo hadir dengan kamera, kabel USB-C, gimbal clamp, tali pergelangan tangan, handle berulir 1/4 inci, dan tas jinjing portabel. Sementara Creator Combo menambahkan lensa wide-angle, transmitter mikrofon DJI Mic 3 beserta aksesorinya, lampu isian magnetik, dan tripod mini. Perangkat ini tersedia di DJI Experience Store, Urban Republic, iBox, Erafone, serta toko resmi DJI di berbagai platform e-commerce Indonesia.
DJI secara resmi mengumumkan Osmo Pocket 4 pada 16 April 2026, dengan harga dasar setara $499, Creator Combo di kisaran $649–$749. Pengiriman dimulai 22 April 2026 melalui toko resmi DJI dan mitra retailer resmi di luar Amerika Serikat. Dengan kurs saat ini, harga Standard Combo di Indonesia dibanderol sekitar Rp 8,1 juta, sementara Creator Combo berada di kisaran Rp 10,5–11 juta.
Dapur pacu Osmo Pocket 4 mengandalkan sensor CMOS 1 inci dengan apertur f/2.0, merekam video 4K hingga 240fps—naik signifikan dari batas 120fps pada Pocket 3—serta menyimpan rekaman langsung ke storage internal 107GB berkecepatan tulis 800MB/s, tanpa slot microSD. Fitur ini menjawab keluhan lama pengguna Pocket 3 yang selama bertahun-tahun menginginkan ruang penyimpanan bawaan. Kamera ini juga dibekali 14 stop dynamic range, naik dari 13 stop pada generasi sebelumnya—selisih satu stop yang dalam praktiknya berarti perbedaan antara siluet matahari terbenam yang menghapus detail wajah subjek, versus gambar yang mempertahankan detail di langit sekaligus di wajah.
DJI mempertahankan stabilisasi gimbal mekanik tiga sumbu sebagai keunggulan utama lini Osmo Pocket, dirancang menjaga rekaman tetap mulus saat kamera digunakan sambil berjalan atau bergerak. Untuk pelacakan subjek, kamera dilengkapi ActiveTrack 7.0 yang diklaim mampu mengunci subjek secara akurat bahkan saat menggunakan zoom 4x. Sistem audio OsmoAudio empat kanal turut hadir, menangkap suara secara imersif dari berbagai arah, mengurangi ketergantungan kreator pada mikrofon eksternal untuk produksi vlog sehari-hari.
Baterai 1545mAh pada Osmo Pocket 4 mampu mendukung perekaman hingga 240 menit, dengan pengisian cepat dari 0 hingga 80 persen hanya dalam 18 menit. Desain fisik juga mendapat pembaruan, termasuk joystick 5D, tombol zoom, dan tombol preset yang mempermudah navigasi menu dengan satu tangan.
Sementara varian standar sudah beredar, perhatian komunitas kreator kini terarah ke Osmo Pocket 4P. DJI secara resmi telah merilis video teaser Pocket 4P di Weibo pada 8 Mei 2026, mengkonfirmasi kehadiran lensa telefoto 3x optis sebagai pembeda utama dari model standar. Perusahaan mendeskripsikannya akan membuat “debut besar” dengan “visi luar biasa.”
Berdasarkan bocoran yang beredar, Pocket 4P kemungkinan mengusung sensor OmniVision 50MP 1 inci dengan dynamic range hingga 17 stop, dukungan DLOG 2 Curve untuk grading warna tingkat lanjut, perekaman video 6K pada 60fps, serta ActiveTrack 7.0. Konfigurasi dual-lensa ini memposisikan Pocket 4P bersaing langsung dengan iPhone Pro dalam strategi kamera telefoto, menawarkan zoom optis yang sesungguhnya untuk kreator yang kerap mengabadikan subjek dari jarak jauh.
Berdasarkan harga eceran China yang dilaporkan sebesar 4.999 RMB, Pocket 4P diperkirakan dipasarkan sekitar $733 atau setara Rp 11,9 juta pada kurs saat ini. Di Indonesia, estimasi beredar menempatkan Standard Combo di kisaran Rp 8,5–9,5 juta dan Creator Combo antara Rp 11–12,5 juta, meski angka resmi belum dikonfirmasi DJI.
Peluncuran Pocket 4P disebut akan menyasar pasar Eropa dan Asia sebagai prioritas utama, termasuk Indonesia, mengingat perangkat ini tidak memiliki registrasi FCC dan tidak akan dijual melalui jalur ritel resmi Amerika Serikat. Masa kerahasiaan FCC atas dokumen Pocket 4P berakhir sekitar 20 Juni 2026, dan secara historis DJI biasanya meluncurkan produk sebelum batas waktu itu berakhir. Di tengah persaingan yang semakin ketat dari Insta360 Luna Ultra yang juga mengusung dual-lensa dan dipamerkan di NAB 2026, DJI tampak memilih strategi peluncuran bertahap untuk memaksimalkan penjualan di tiap segmen sebelum keduanya bersaing langsung di rak yang sama.