03 April 2026, 15:23

Apple Business Meluncur 14 April: Gratis untuk Semua Bisnis, Gantikan Tiga Platform Lama dan Bawa Iklan ke Maps

Apple Business hadir gratis 14 April 2026 di 200+ negara, gabungkan MDM, email bisnis, iklan Maps, dan manajemen merek dalam satu platform terpadu.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
395
Apple Business Meluncur 14 April: Gratis untuk Semua Bisnis, Gantikan Tiga Platform Lama dan Bawa Iklan ke Maps
Tampilan platform Apple Business di MacBook, iPad, dan iPhone, mencakup manajemen perangkat, profil merek, lokasi bisnis di Maps, dan direktori karyawan. Tersedia gratis mulai 14 April 2026.​​​​​​​​​​​​​​​​ (Foto: Apple)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple meluncurkan platform bisnis terpadu bernama Apple Business pada 14 April 2026, menyatukan tiga layanan terpisah — Apple Business Manager, Apple Business Essentials, dan Apple Business Connect — ke dalam satu ekosistem tunggal yang dirancang untuk perusahaan dari segala skala. Pengumuman resmi yang dipublikasikan melalui Apple Newsroom pada 24 Maret 2026 itu mengonfirmasi bahwa platform baru ini hadir sepenuhnya gratis di lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Apple Business mengintegrasikan manajemen perangkat mobile (MDM) bawaan, layanan email dan kalender bisnis berbasis domain kustom, serta seperangkat alat manajemen merek yang sebelumnya tersebar di berbagai platform berbayar. Langkah ini merupakan konsolidasi terbesar Apple di segmen enterprise dalam beberapa tahun terakhir dan menandai pergeseran strategi bisnis korporasi dari model berlangganan ke platform terpadu tanpa biaya dasar. Bagi jutaan usaha kecil dan menengah, ini berarti mereka tidak lagi harus berlangganan layanan berbeda hanya untuk mengelola perangkat, komunikasi, dan visibilitas merek di ekosistem Apple.

Fitur andalan Apple Business mencakup sistem Blueprints yang memungkinkan administrator IT mengonfigurasi perangkat Apple secara massal dengan pengaturan dan aplikasi yang sudah ditetapkan sejak awal, sehingga karyawan baru dapat langsung menggunakan perangkat tanpa proses setup manual — fitur yang dikenal sebagai zero-touch deployment.

Platform ini mendukung pemisahan kriptografis antara data kerja dan data pribadi karyawan melalui Managed Apple Accounts, sekaligus menghadirkan integrasi langsung dengan penyedia identitas seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID untuk otomatisasi pembuatan akun karyawan baru. Apple Business juga memungkinkan bisnis mendistribusikan aplikasi ke seluruh tim lewat App Store, membentuk grup pengguna berdasarkan fungsi atau divisi, dan mengakses Admin API untuk pengelolaan deployment dalam skala besar.

Layanan penyimpanan iCloud tambahan tersedia mulai USD 0,99 atau sekitar Rp 16.200 per pengguna per bulan, sementara AppleCare+ for Business mulai dari USD 6,99 atau sekitar Rp 114.400 per bulan per perangkat. Untuk cakupan hingga tiga perangkat sekaligus, Apple menetapkan harga USD 13,99 atau sekitar Rp 228.700 per bulan per pengguna.

Susan Prescott, Wakil Presiden Enterprise and Education Marketing Apple, menegaskan melalui Apple Newsroom bahwa konsolidasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap ekosistem bisnis global yang makin kompleks.

“Apple Business adalah lompatan signifikan dalam komitmen kami selama beberapa dekade untuk membantu perusahaan dari segala ukuran memanfaatkan kekuatan produk dan layanan Apple guna menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka,” ujar Prescott kepada Apple Newsroom.

Salah satu fitur paling strategis dan bernilai komersial tinggi dari Apple Business adalah kemampuan memasang iklan di Apple Maps, yang dijadwalkan tersedia mulai musim panas 2026 khusus untuk bisnis yang beroperasi di Amerika Serikat dan Kanada. Berdasarkan keterangan resmi Apple, iklan tersebut akan muncul saat pengguna melakukan pencarian di Maps dan dapat ditampilkan di bagian teratas hasil pencarian berdasarkan relevansi, sekaligus di dalam pengalaman baru bernama Suggested Places yang menampilkan rekomendasi berdasarkan tren terdekat dan riwayat pencarian pengguna.

Setiap iklan akan diberi label yang jelas demi menjaga transparansi bagi pengguna Maps, dan Apple memastikan data lokasi pengguna serta interaksi mereka dengan iklan tidak dikaitkan dengan Apple Account siapa pun. Data pribadi tetap tersimpan di perangkat pengguna, tidak dikumpulkan atau disimpan oleh Apple, dan tidak dibagikan kepada pihak ketiga mana pun — mempertahankan standar privasi-first yang selama ini menjadi pembeda utama Apple dalam industri periklanan digital. Bisnis yang ingin memanfaatkan fitur ini diwajibkan untuk terlebih dahulu mengklaim lokasi mereka di Maps sebelum sistem iklan tersebut resmi dibuka pada musim panas mendatang.

Selain manajemen iklan, Apple Business mengonsolidasikan seluruh alat manajemen merek yang sebelumnya hanya tersedia di Apple Business Connect, termasuk pengelolaan profil merek yang konsisten di seluruh Apple Maps, Wallet, Safari, Spotlight, dan Mail. Bisnis dapat menyesuaikan kartu lokasi mereka dengan foto, jam operasional, penawaran spesial, hingga tindakan kustom seperti tombol pesan atau reservasi yang langsung mengarahkan pelanggan ke situs web atau aplikasi terkait.

Fitur Location Insights menghadirkan wawasan tentang bagaimana pelanggan menemukan dan berinteraksi dengan bisnis di Maps, mencakup data pencarian, jumlah tayangan halaman, hingga ketukan pada tindakan kustom yang dipasang. Tap to Pay on iPhone memungkinkan bisnis menampilkan logo dan nama merek secara langsung di layar pembayaran saat menerima transaksi via iPhone tanpa terminal pembayaran eksternal. Seluruh data Apple Business Connect yang sudah ada — termasuk lokasi yang telah diklaim, informasi kartu tempat, foto, dan detail organisasi — akan otomatis dimigrasikan ke Apple Business begitu platform resmi meluncur pada 14 April.

Apple mengonfirmasi bahwa fitur aplikasi pendamping Apple Business beserta layanan email, kalender, dan direktori karyawan akan memerlukan iOS 26, iPadOS 26, atau macOS 26, yang mengisyaratkan bahwa fitur-fitur tersebut akan berjalan beriringan dengan siklus pembaruan sistem operasi Apple berikutnya pada tahun ini.

Pelanggan Apple Business Essentials yang selama ini membayar biaya berlangganan bulanan untuk manajemen perangkat tidak akan lagi dikenai tagihan setelah 14 April 2026, sebagaimana ditegaskan dalam halaman resmi Apple Newsroom. Apple Business Essentials, Apple Business Manager, dan Apple Business Connect akan secara resmi dihentikan seiring peluncuran Apple Business, tanpa opsi perpanjangan untuk pengguna lama.

Pihak pengiklan dan agensi yang sudah terdaftar di Apple Ads saat ini tetap memiliki opsi untuk memesan iklan melalui antarmuka Apple Ads yang sudah ada, dengan tambahan opsi kustomisasi kampanye yang lebih luas dibanding akses melalui Apple Business.

Informasi lengkap mengenai Apple Business dan fitur-fitur yang akan datang dapat diakses langsung melalui laman pratinjau resmi di business.apple.com/preview.

Berita Terkait