23 May 2026, 18:38

Panasonic Bangkitkan Legenda! Kamera Retro Lumix L10 Siap Hancurkan Dominasi Mirrorless Modern

Panasonic merilis Lumix L10, kamera mirrorless retro bertenaga AI dengan desain ikonik. Simak spesifikasi lengkap, harga, dan performa kamera terbaru ini.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
26
Panasonic Bangkitkan Legenda! Kamera Retro Lumix L10 Siap Hancurkan Dominasi Mirrorless Modern
Panasonic Lumix L10 hadir dengan desain retro elegan dan lensa Leica premium, menawarkan pengalaman fotografi profesional dengan teknologi sensor terkini yang memukau bagi para pecinta kamera klasik. (Foto: Panasonic)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Panasonic resmi mengejutkan industri fotografi dengan meluncurkan Lumix L10, sebuah kamera mirrorless premium yang mengusung desain ikonik era Four Thirds ke dalam teknologi sensor modern. Perangkat ini dirancang khusus bagi fotografer yang merindukan pengalaman memotret taktil dengan bodi bergaya retro namun didukung performa autofocus berbasis AI terkini.

Perusahaan asal Jepang ini mengonfirmasi bahwa Lumix L10 akan mulai dipasarkan secara global pada bulan depan dengan harga retail mencapai 1.500 USD atau setara dengan Rp23.500.000, seperti yang dilaporkan melalui situs resmi Panasonic dan diulas mendalam oleh media teknologi kenamaan seperti TechRadar serta GSMArena.

"Kami menggabungkan warisan desain klasik Lumix L-series dengan kapabilitas sensor full-frame terbaru untuk memberikan kepuasan maksimal bagi pengguna yang mendambakan perpaduan estetika dan kecanggihan teknologi masa kini," ungkap salah satu juru bicara divisi imaging Panasonic dalam rilis pers resmi yang dikutip oleh Engadget.

Antusiasme pasar terlihat sangat tinggi di berbagai platform komunitas, di mana diskusi hangat mengenai spesifikasi kamera ini mendominasi lini masa X dan forum fotografi di Reddit, dengan banyak pengulas di 9to5Mac menyebutnya sebagai ancaman serius bagi kamera mirrorless kelas menengah dari produsen lain.

Langkah strategis Panasonic ini dipandang oleh para analis di Bloomberg Technology dan TechCrunch sebagai upaya agresif untuk menguasai segmen pasar niche yang sangat menghargai kontrol fisik, sekaligus menjadi pembuktian bahwa inovasi sensor tidak harus mengorbankan kenyamanan ergonomi desain klasik.

Berita Terkait