Bangkalan, Perspektif.co.id - Aparat kepolisian mengungkap kasus pencurian besi antikarat pelindung tiang pancang di Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Dalam pengungkapan tersebut, tujuh orang yang berprofesi sebagai nelayan diamankan setelah diduga terlibat dalam aksi pencurian material penting dari salah satu infrastruktur vital yang menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah perahu nelayan di bawah Jembatan Suramadu pada dini hari. Warga melihat adanya pergerakan tidak biasa di area tersebut sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menjelaskan bahwa laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian, khususnya personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangkalan yang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan.
“Masyarakat melaporkan aktivitas perahu nelayan sekitar jam 3 dini hari di bawah Jembatan Suramadu,” kata Agung.
Saat petugas mendekati lokasi, para pelaku diduga telah mengetahui keberadaan aparat sehingga menghentikan aktivitas mereka dan mencoba melarikan diri menggunakan perahu. Polisi kemudian melakukan pengejaran di perairan sekitar jembatan.
Setelah pengejaran berlangsung, petugas akhirnya berhasil menghentikan perahu yang digunakan para pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan di atas perahu tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa balok besi pelindung tiang pancang jembatan.
“Saat dilakukan pemeriksaan di atas perahu, petugas menemukan empat balok besi anti karat pelindung tiang pancang Suramadu. Masing-masing balok diketahui memiliki berat sekitar 120 kilogram,” ujarnya.
Empat balok besi antikarat tersebut diduga kuat merupakan bagian dari pelindung tiang pancang Jembatan Suramadu yang berfungsi menjaga struktur jembatan dari kerusakan, terutama akibat benturan atau korosi di wilayah perairan.
Ketujuh nelayan yang berada di dalam perahu itu kemudian diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita barang bukti berupa balok besi serta perahu yang digunakan dalam aksi pencurian tersebut.
Hingga kini aparat masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian material jembatan tersebut, termasuk menelusuri apakah aksi serupa pernah dilakukan sebelumnya di kawasan yang sama.
Kasus ini menjadi perhatian aparat karena menyangkut keamanan dan keselamatan infrastruktur strategis nasional. Jembatan Suramadu sendiri merupakan salah satu jalur transportasi vital yang menghubungkan wilayah Surabaya dengan Pulau Madura dan memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Jawa Timur.