Menolak Soeharto: Nostalgia, Kekuasaan, dan Krisis Ingatan Politik Indonesia
Juan Linz, dalam analisis klasiknya tentang rezim otoriter, menulis bahwa otoritarianisme tidak selalu mati bersama pemimpinnya.
Kategori berita Opini
Juan Linz, dalam analisis klasiknya tentang rezim otoriter, menulis bahwa otoritarianisme tidak selalu mati bersama pemimpinnya.
GP Ansor - Banser mengingatkan pentingnya menjaga sungai dan hutan, tidak membuang sampah sembarangan, dan membangun kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana.
Apa yang tersingkap bukanlah wajah lembut “Islam rahmatan lil ‘alamin”, melainkan wajah keras organisasi besar yang terseret dalam pusaran oligarki energi.
Jawa dan Sumatera menguasai 80 persen kue ekonomi nasional. Sementara, daerah lainnya berkontribusi relatif kecil terhadap GDP.
Ironisnya, pada saat krisis ekologis mencapai tahap kritis, kualitas perdebatan publik justru terperosok ke dalam polarisasi dangkal.
Penguatan koordinasi pusat–daerah, kejelasan sumber pendanaan, serta percepatan pemulihan ekonomi menjadi kunci agar bencana yang terjadi hari ini segera pulih.
Perdebatan soal pelepasan 1,6 juta hektare kawasan hutan di Riau pada masa Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kembali mengemuka.
Pemerintah didesak menetapkan status bencana nasional demi percepatan pemulihan dan pencegahan krisis lebih luas. Berikut Analisis Pakar Ekonomi Unand.
Muhammadiyah di Indonesia belakangan ini kesulitan mempertahankan jumlah anggotanya.
Di Sumatera, hutan gugur lebih cepat daripada kemampuan negara memahaminya. Jantung masalah bukan hanya deforestasi, tetapi struktur kekuasaan yang mengotorinya
Wamen Fajar membeberkan jejak sejarah pendidikan dalam diri Presiden Prabowo dan menjelaskan program besar yang akan mengubah sistem pendidikan Indonesia.
Penting untuk memahami bahwa perlindungan hukum tidak hanya berlaku bagi anggota Polri, tetapi juga bagi peserta demonstrasi.
Afrizal menyingkap problem mendasar dalam politik ruang Jakarta: bahwa pembangunan bukan sekadar aktivitas fisik, tapi operasi memori.